Connected Car Berbayar: Biaya Langganan, Risiko, dan Cara Tanya Dealer
- Admin
- Panduan Beli , Connected Car
- 28 Jan, 2026
- 03 Mins read
Connected Car Berbayar: Biaya Langganan, Risiko, dan Cara Tanya Dealer
Bayangin pagi-pagi kalian udah pake kemeja rapi, kopi setengah gelas, terus pencet remote start di aplikasi mobil buat manasin kabin. Trus yang muncul bukan “Engine Started”, tapi “Payment Required” — minta kartu kredit. Rasanya dikhianatin, karena fitur yang kira-kira “sudah kebeli bareng mobilnya” ternyata mirip aplikasi trial yang habis masa aktifnya.
Kenapa topik ini penting buat kamu
Mobil sekarang bukan cuma kendaraan; mereka jadi perangkat yang nyangkut ke internet lewat modem 4G, server cloud, dan aplikasi di ponsel. Begitu mobil ‘online’, muncul biaya jalan terus: server, kartu SIM data, sistem keamanan, hingga call center 24 jam. Semua butuh orang dan infrastruktur — bukan sulap, itu biaya nyata.
Apa itu connected car dan biaya tersembunyi
Connected car (atau IoV — Internet of Vehicles) memberikan fitur seperti pantau lokasi, notifikasi keamanan, remote start, SOS, dan stolen vehicle tracking. Banyak merek kasih periode gratis supaya pembeli terbiasa; umumnya tiga tahun, kadang lebih, tergantung model dan promo.
Tapi setelah masa gratis, ada biaya perpanjangan. Di praktik lapangan, angka yang sering terdengar sekitar Rp750.000 per tahun, kadang mendekati Rp1.000.000 tergantung promo dan tipe. Ingat: ini angka kasar sebagai pegangan, bukan harga final buat semua tipe.
Biaya ini menutupi: konektivitas (SIM/data), server backend, update aplikasi agar kompatibel dengan OS ponsel terbaru, serta dukungan operasional seperti call center dan fitur keamanan. Semua itu perlu biaya berkelanjutan.
Contoh nyata: T‑Intouch (mTOYOTA) dan pola langganan
Polanya biasanya konsisten: awalnya enak—kalian bisa pantau mobil, lihat lokasi, dapat fitur safety dan convenience. Setelah masa gratis habis, kalian diminta perpanjangan subscription tahunan supaya fitur tetap berjalan. Toyota bahkan mendorong pembayaran digital untuk renewal lewat mekanisme seperti AstraPay (lihat sumber referensi).
Konsep serupa ada di Wuling IoV, Hyundai Bluelink, Chery Car Link O, dan banyak lagi. Nama fitur berbeda, paket berbeda, masa gratis berbeda, tapi intinya sama: layanan online = biaya berulang.
Worth it nggak? Evaluasi berdasarkan kebutuhan
Kalau kalian tipe yang butuh safety beneran, langganan bisa masuk akal. Fitur seperti geofencing (pantau mobil anak keluar area tertentu), stolen vehicle tracking, dan SOS emergency yang terhubung ke bantuan jalan adalah contoh fungsi yang punya nilai tinggi secara praktis.
Kalau penggunaan kalian cuma “buat peta” atau sekadar ngecek posisi sesekali, Google Maps di ponsel seringkali sudah cukup gratis. Atau kalau tujuan cuma “ademin kabin lima menit sebelum masuk”, hitung apakah mau bayar ratusan ribu per tahun cuma buat itu.
Ada juga risiko non-ekonomis: begitu fitur jadi subscription, kalian nggak benar-benar ‘memiliki’ teknologi itu. Mirip langganan Netflix—selama bayar, jalan; berhenti bayar, fitur hilang. Saat jual mobil, bisa ada aturan soal akun, perangkat, atau masa aktif yang tidak otomatis pindah ke pemilik baru.
Hal yang sering dilupakan orang saat beli mobil connected
- Periksa masa gratis yang dijanjikan: tiga tahun umum, tapi pastikan tertulis di dokumen atau brosur dealer.
- Tanyakan fitur apa saja yang akan mati kalau tidak memperpanjang subscription.
- Klarifikasi mekanisme perpanjangan: berapa biaya per tahun, ada promo, dan lewat metode pembayaran apa (mis. AstraPay).
- Cek aturan pindah kepemilikan: apakah akun dan layanan bisa dipindah atau harus registrasi ulang?
- Pertimbangkan total biaya kepemilikan: jangan hanya fokus cicilan atau diskon, masukkan juga biaya langganan tahunan ke perhitungan.
Tips tanya dealer sebelum tanda tangan
Jangan cuma ngobrol santai sama SPG soal warna atau aksesoris. Tanyakan dengan tegas:
- “Mas, setelah gratis tiga tahun, perpanjangan connected car ini berapa per tahunnya?”
- “Fitur apa saja yang mati kalau saya tidak perpanjang?”
- “Bayarnya lewat mana dan mekanisme pindah kepemilikan bagaimana?”
Catat jawaban mereka dan minta referensi tertulis bila perlu. Biar ketika tahun ke-4 tiba, kalian nggak kaget harus ngasih “jatah bulanan kayak anak kos”.
Penutup singkat
Connected car memberikan kenyamanan dan fitur keselamatan yang nyata, tapi juga memperkenalkan model bisnis berlangganan yang perlu dipertimbangkan. Sesuaikan keputusan dengan kebutuhan sebenarnya: kalau fitur-fitur safety penting buat kalian, bayar mungkin worth it; kalau nggak, lebih baik hitung lagi.
Kalau kalian suka dengan bahasan ini, like dan share ke teman yang mau beli mobil. Jangan lupa subscribe biar nggak ketinggalan video Seruput Tech berikutnya. Terima kasih sudah seruput bareng.