Type something to search...

EV vs Bensin di Tol: BYD Atto 3 vs Honda HR‑V CVT — Siapa yang Lebih Hemat?

EV vs Bensin di Tol: BYD Atto 3 vs Honda HR‑V CVT — Siapa yang Lebih Hemat?

Banyak yang bilang: mobil listrik hemat. Betul, tapi gak selalu — terutama kalau kalian sering ngebut di tol. Di artikel ini kita ngopi santai sambil ngulik angka: kenapa EV sering “kerasa boros” di tol, apa peran transmisi pada mobil bensin, dan bagaimana perbandingan biaya per km antara BYD Atto 3 dan Honda HR‑V CVT berdasarkan uji pada kecepatan rata‑rata 90 km/jam oleh tim yang sama.

Kenapa topik ini penting buat kamu

Kalau kamu lagi mikir ganti mobil ke EV atau masih ragu karena kabar “boros di tol”, penjelasan berbasis data ini perlu dibaca. Bukan cuma soal rasa di jalan, tapi juga real impact ke dompet: efisiensi teknis versus biaya energi per km.

Kenapa mobil listrik sering “kerasa boros” di tol

Pertama: angin — musuh utama di kecepatan tinggi. Hambatan udara meningkat dengan kuadrat kecepatan; kalau kecepatan naik dua kali, hambatan naik sekitar empat kali. Makanya beda antara 40 km/jam dan 80 km/jam terasa banget.

Kedua: regen. Di kota, stop & go membuat EV bisa “panen” kembali energi lewat regenerative braking. Di tol, kalian jarang ngerem, jadi regen jarang kepakai — setiap meter harus “dibayar” oleh baterai untuk lawan hambatan dan rolling resistance.

Ketiga: karakter motor listrik dan rasio gigi. Banyak EV pakai single reduction gear yang kompromi antara akselerasi dan cruising — lebih lanjut soal ini di bagian berikut.

Single reduction gear: kenapa pabrikan sering pakai 1 gigi?

Motor listrik bisa berputar sangat tinggi dan punya torsi besar dari rpm rendah. Contoh spesifikasi yang relevan: Nissan Leaf (generasi tertentu) menunjukkan torsi maksimum dari 0 sampai ~3.200 RPM, power maksimum mulai ~3.200 sampai ~9.700 RPM. BYD Atto 3 punya karakter serupa: torsi maksimum sampai ~4.600 RPM dan power maksimal sampai ~8.000 RPM. Motor listrik juga punya fase constant torque di bawah base speed, lalu masuk constant power saat rpm naik — jadi rentang kerja motor cukup lebar.

Karena itu, banyak pabrikan pilih satu gigi: lebih simpel, lebih ringan, lebih murah, lebih halus (tanpa shifting) dan lebih sedikit PR maintenance. Di sisi lain, komprominya adalah rasio harus dipilih: kalau pendek, akselerasi mantap tapi rpm tinggi saat cruising; kalau panjang, cruising enak tapi akselerasi awal bisa letoy.

Beberapa pabrikan/performa tinggi memilih multi‑gear untuk “makan” dua dunia. Contoh nyata: Porsche Taycan dan Audi e‑tron GT pakai 2‑speed di axle belakang; Rimac dan beberapa hypercar juga pernah pakai gearbox multi‑gigi untuk motor listrik. Supplier besar seperti ZF mengklaim 2‑speed bisa menambah range sekitar ~5% tergantung strategi shift.

Data & asumsi perhitungan (kasus tol ~90 km/jam)

Untuk perbandingan yang adil kita pakai hasil uji dari tim yang sama (Grid Oto):

  • Honda HR‑V CVT: konsumsi 17.8 km/liter.

    • Asumsi bahan bakar: Pertamax, harga rata‑rata Rp12.500/liter.
    • Hitungan biaya: 12.500 / 17.8 ≈ Rp702 per km.
  • BYD Atto 3: konsumsi listrik di tol 9.1 km/kWh (di kota 11.7 km/kWh, tapi kita fokus ke tol).

    • Asumsi tarif SPKLU termasuk PPJ & biaya lain: Rp3.000/kWh.
    • Hitungan biaya: 3.000 / 9.1 ≈ Rp329 per km.

Sumber data tercantum di bagian references.

Perbandingan: efisiensi teknis vs biaya per km

Secara efisiensi teknis murni di cruising speed, ICE + transmisi sering unggul: transmisi (atau CVT) memungkinkan mesin berada di putaran kerja yang lebih efisien sehingga konsumsi bahan bakar berkurang pada kecepatan konstan. Itu sebabnya pada angka km/l, HR‑V tampak lebih “irit” lawan hambatan di tol dibandingkan konsumsi energi EV bila dilihat dari efisiensi mekanis semata.

Namun kalau dihitung dalam Rupiah per kilometer dengan asumsi harga listrik yang jauh lebih murah dari bensin, BYD Atto 3 tetap lebih murah per km (sekitar Rp329 vs Rp702 per km pada contoh di atas). Intinya: efisiensi teknis ≠ biaya operasional langsung apabila harga energi berbeda jauh.

Hal yang sering dilupakan orang

  • Hambatan aerodinamis naik sangat cepat dengan kecepatan — desain bodi dan koefisien drag sangat menentukan range di tol.
  • Regen cuma efektif kalau sering ngerem; rute tol minim regen.
  • Performa pemakaian: waktu ngecas vs waktu isi bensin. Biaya per km bukan satu‑satunya ukuran kenyamanan dan produktivitas.
  • Biaya kepemilikan total (depresiasi, servis, baterai, asuransi) juga penting — di sini kita hanya bandingkan biaya energi per km pada skenario tol yang spesifik.
  • Pabrikan make design tradeoffs: 1 gear untuk pasar massal karena lebih murah, ringan, dan andal; 2‑gear lebih umum di model performa atau untuk optimasi range tertentu.

Rekomendasi praktis (saat ngopi sambil mikir)

  • Kalau mayoritas perjalananmu di kota: EV unggul soal biaya operasional dan kenyamanan (regen, ngisi di rumah, lebih murah per km).
  • Kalau sering long distance tol tanpa jaminan charging, dan butuh efisiensi optimal di cruising speed: mobil bensin/ICE masih punya keunggulan teknis.
  • Kalau pengin keduanya (launch/akselerasi + cruising efisien) dan siap bayar lebih untuk kompleksitas/biaya produksi, cari model EV yang pakai multi‑gear atau model performa yang memang mengadopsi dua gigi.
  • Akhirnya: hitung pola pakai pribadi, akses charging, dan total biaya kepemilikan — bukan cuma biaya per km di satu skenario.

Terima kasih sudah ngopi bareng Seruput Tech. Kalau kalian tim mana: isi bensin 5 menit cabut, atau ngecas sambil ngopi dan jajan? Tulis di komentar, dan jangan lupa cek sumber lengkap di bagian references di atas.

Artikel terkait

3 Mitos Mobil Listrik: Kebakaran, Baterai Mahal, dan Tagihan Listrik — Dibongkar

3 Mitos Mobil Listrik: Kebakaran, Baterai Mahal, dan Tagihan Listrik — Dibongkar Siapin kopi, kita ngobrol santai tapi pake data. Banyak yang masih ragu pindah ke mobil listrik karena tiga pertanya

read more

4WD vs AWD vs e-AWD: Pilih Mana untuk Pakai Harian dan Hujan

4WD vs AWD vs e-AWD: Pilih Mana untuk Pakai Harian dan Hujan Bayangin kalian ngeluarin ratusan juta cuma buat beli badge di pintu bagasi: AWD, 4WD, e‑AWD, dual motor — keren di brosur, tapi salah p

read more

5-Seater vs 7-Seater: Kenapa Bawa Mobil Kegedean Bikin Dompet & Mental Boncos

5-Seater vs 7-Seater: Kenapa Bawa Mobil Kegedean Bikin Dompet & Mental Boncos Coba bayangin: pagi-pagi berangkat kerja, macet, kalian sendirian. Lirik spion tengah—kosong. Banyak orang beli mobil g

read more

Chery CSH DHT: Cara Kerja & Bedanya Tiggo Cross (HEV) vs Tiggo 8 (PHEV)

Chery CSH DHT: Cara Kerja & Bedanya Tiggo Cross (HEV) vs Tiggo 8 (PHEV) Banyak yang kira Chery CSH itu cuma niru hybrid lain—padahal cara kerjanya beda dan lebih kompleks dari sekadar “pasang motor

read more